Saturday, November 17, 2012

Panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya dan Manfaatnya

PANEL SURYA

Dewasa ini kita sering mendengar istilah Solar Cell atau Panel Surya dan juga biasa disebut dengan listrik tenaga surya. Sebenarnya apa sih manfaatnya panel pembangkit listrik tenaga surya ini??. Sebuah sel surya (juga disebut sel fotovoltaik atau sel fotolistrik) adalah solid state perangkat listrik yang mengubah energi dari cahaya langsung menjadi listrik oleh efek fotovoltaik.

Sedang sel digunakan untuk membuat modul surya yang berfungsi untuk menangkap energi dari sinar matahari, yang dikenal sebagai panel surya. Energi yang dihasilkan dari modul surya, disebut sebagai tenaga surya, adalah contoh dari energi surya.


Photovoltaics adalah bidang teknologi dan penelitian yang berkaitan dengan aplikasi praktis dari sel fotovoltaik dalam menghasilkan listrik dari cahaya, walaupun sering digunakan secara khusus untuk merujuk kepada generasi listrik dari sinar matahari. Sel digambarkan sebagai sel surya saat sumber cahaya belum tentu sinar matahari. Ini digunakan untuk mendeteksi cahaya atau radiasi elektromagnetik di dekat kisaran terlihat, misalnya detektor inframerah, atau pengukuran intensitas cahaya.

Bahan pembentuk panel pembangkit listrik tenaga surya / panel surya adalah:
 
1. Kristal silicon, silikon monocrystalline, Poli-atau silikon multicrystalline, silikon Ribbon, film tipis, Cadmium telluride solar sel, Tembaga-Indium selenide, Gallium arsenide multijunction, Cahaya-menyerap pewarna (DSSC), Organik / sel surya polimer, film tipis Silicon, Silikon amorf, Protocrystalline, silikon Nanokristalin

Manfaat panel pembangkit listrik tenaga surya, diantaranya:
1. Hemat, karena tidak perlu memerlukan bahan bakar;
2. Dapat dipasang dimana saja dan dapat dipindahkan sesuai dengan yang dibutuhkan;
3. Dapat diterapkan secara sentralisasi (PLTS ditetapkan di suatu area dan listrik yang dihasilkan disalurkan melalui jaringan distribusi ketempat-tempat yang membutuhkan) maupun desentralisasi (setiap system berdiri sendiri/individual, tidak memerlukan jaringan distribusi);
4. Bersifat moduler. Kapasitas listrik yang dihasilkan dapat disesuaikan dengan cara merangkai modul secara seri dan parallel;
5. Dapat dioperasikan secara otomatis maupun menggunakan operasi;
6. Tanpa suara dan tidak menimbulkan operasi lingkungan.

Kondisi Indonesia dengan intensitas radiasi surya 4,5 kWh/m2/hari membuat pemanfaatan energi surya yang direkomendasikan. Nah inilah yang paling memberatkan argumen kami. Indonesia paling potensial. Dari segi posisi sudah strategis, dapat pencahayaan matahari yang sempurna. Masak mau di sia2 kan anugrah yang sudah diberikan oleh Allah kepada kita.

Kelebihan dari Solar cell (menggunakan Panel Surya) Energy matahari, energy natural yang tidak akan habis dan kita dapat memakainya dimanapun kita berada. Di saat hari yang cerah, energy matahari yang menyinari bumi menghasilkan rata-rata 1 kw/m ² area bumi, berarti dalam 1 jam energi yang dibutuhkan di seluruh dunia untuk 1 tahun.



Jika energy matahari dapat diserap diatas 1% dari luas permukaan bumi, maka akan menutupi konsumsi energy listrik yang dibutuhkan untuk seluruh dunia. Permukaan bumi disinari matahari dengan jumlah volume yang sangat besar. Teknologi panel surya telah dikembangkan secara luas dan potensial. Setelah dikembangkan dimensi ketebalan dari panel surya jadi semakin tipis dan tanpa menghilangkan fungsinya untuk mendapatkan energy matahari yang efisien. Selain itu, tidak menyebabkan polusi ataupun emisi rumah kaca sehingga dapat mengurangi pemanasan global.

Dapat dibangun di daerah terpencil karena tidak memerlukan transmisi energi maupun transportasi sumber energy. Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak sekali daerah terpencilnya. Hal ini terjadi karena Indonesia terlalu besar, maka pengembangan Solar cell untuk desa sangat bermanfaat, lagian harga solar cell / panel surya tidak mahal-mahal amat.

Kelemahan dari Solar cell
1. Pengembangan Solar cell masih butuh invenstasi besar. Beberapa komponen mulai dari panel surya, aki, hingga lampu LED masih harus didatangkan dari lluar negeri;

2. Sekedar pembanding, struktur biaya PLTS hingga saat ini di dominasi oleh harga panel surya yang masih mahal. Makin besar ukuran dan kapasitas panel surya maka makin mahal juga harga system PLTS tersebut;

3. Tidak efisien bila dikembangkan di daerah yang berpolusi. Polusi juga menjadi faktor yang menghambat pengembangan teknologi ini, karena dapat mengurangi intensitas cahaya yang dapat diterima oleh panel/cell surya. Jadi dengan kata lain energi yang dihasilkan relatif kecil. [source: narenciel.blogspot.com]

Dapatkan Panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya yang murah disini.

No comments:

Post a Comment